Departemen Manajemen

Guest Lecture dengan Tema “Learning Tourism Management from Thailand”

Bangun Kerjasama dengan Songkhla Rajabhat University, Departemen Manajemen Selenggarakan Guest Lecture dengan Tema “Learning Tourism Management from Thailand”

Bogor, 04 Februari 2025. Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB University, menerima kunjungan dari Songkhla Rajabhat University (SKRU) Thailand dalam rangka membangun kerjasama internasional. Pada kesempatan tersebut diawali dengan penyelenggaraan Guest Lecture/Kuliah tamu dengan tema “Learning Tourism Management form Thailand”. Guest lecture menghadirkan dua narasumber dari SKRU yaitu Asst. Prof. Dr. Pongsak Thonguekhaeng dan Dr. Ketwadee Madden.

Kuliah tamu diselenggarakan di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB pada hari Selasa 4 Februari 2025 pukul 08.00-12.00. Diikuti oleh 200 orang peserta terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa sarjana maupun pasca sarjana. Acara kuliah tamu diawali dengan sambutan “welcoming speech” dari Ketua Departemen Manajemen Dr. Eko Ruddy Cahyadi, S.Hut,MM dilanjutkan sambutan “opening speech” dari Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen Dr. Irfan Syauqi Beik,SP,M.Sc.Ec.

Dalam sambutannya, Dr. Eko menegaskan bahwa kuliah tamu ini bertujuan untuk berbagi wawasan dan inspirasi mengenai pengelolaan pariwisata berdasarkan pengalaman Thailand. “Pariwisata merupakan sektor vital dalam perekonomian Indonesia. IPB University memiliki peran strategis dalam mengembangkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang manajemen pariwisata. Oleh karena itu, kita perlu belajar dari para ahli di bidang ini, terutama dari negara-negara ASEAN yang telah maju dalam industri pariwisata,” ujarnya. Dengan semakin berkembangnya sektor pariwisata, peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam bidang ini menjadi semakin penting untuk mendukung daya saing Indonesia.

Sementara itu, Dr. Irfan menekankan pentingnya memperkuat kerja sama internasional, termasuk dengan Songkhla Rajabhat University (SKRU). “Kuliah tamu ini merupakan bagian dari rangkaian kerja sama dalam MoU antara IPB University dan SKRU, yang bertujuan untuk memperluas kolaborasi akademik di masa depan,” kata Dr. Irfan. Adapun expected outcomes dari kuliah tamu ini meliputi: (1) memperoleh wawasan tentang manajemen pariwisata di Thailand, (2) mempelajari praktik terbaik dalam pengembangan sektor pariwisata, serta (3) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam manajemen pariwisata.

Sesi kuliah tamu dipimpin oleh moderator Dr. Indra Refipal S, SE,MM. Asst. Prof. Dr. Pongsak Thonguekhaeng menyampaikan materi presentasi berjudul “Successful Development of Satun UNESCO Global Geopark Field Tourism Management”. Pada paparannya Dr. Pongsak menyampaikan beberapa isu yang mempengaruhi industri pariwisata di Thailand. Beberapa isu tersebut adalah : 1) infrastructure problems, 2) environmental problems, 3) security issues, 4) service quality issues, 5)  cultural tourism problems, and 6) problems caused by disasters and epidemics. Lebih lanjut Dr. Pongsak juga menjelaskan berbagai tipe tourism yang dikembangkan di Thailand meliputi : 1) Cultural Tourism, 2) ecotourism, 3) medical tourism, 4) wellness tourism, 5) adventure tourism, 6) culinary tourism, 7) beach and island tourism, 8) business tourism, 9) educational tourism, and 10) geo-tourism.


Sebagai Vice Director of Satun UNESCO Global Geopark, secara khusus Dr Pongsak menyampaikan tentang beberapa aspek kunci dalam pengembangan Geo-tourism yaitu : 1) geological attractions, 2) cultural & historical elements, 3) biodiversity & ecology, 4) sustainable & responsible travel, and 5) adventure & outdoor activities. Geopark Satun disertifikasi sebagai Geopark Global UNESCO pertama di Thailand pada tahun 2018. Keberhasilan ini telah mendorong kebangkitan untuk mengembangkan geopark di provinsi lain. Sejak saat itu, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendorong daerah-daerah baru ke dalam jaringan geopark global. Pembelajaran dari keberhasilan pengembangan Geopark Satun diharapkan juga menjadi inspirasi untuk pengembangan geopark di Indonesia khususnya di Kabupaten Bogor dengan inisiator dari IPB University.

Pembicara kedua yaitu Dr. Ketwadee menyampaikan materi berjudul “Developing creative tourism in terms of tourist routes and tourism activities in Songkhla Provine, Thailand. Pada awal paparannya, Dr Ketwadee menyampaikan tentang kebijakan pemerintah Thailand dalam pengembangan pariwisata tahun 2023-2027 berfokus pada : Creative Tourism, Gastronomy Tourism, Maritime Tourism, Medical and Wellness Tourism, and Community Based Tourism. Industri pariwisata Thailand memainkan peran penting dalam perekonomian negara secara keseluruhan. Wisatawan internasional yang berkunjung ke Thailand pada tahun 2023 mencapai lebih dari 28 juta. Provinsi Songkhla terletak di Thailand bagian selatan. Wilayah perbatasannya terhubung dengan Malaysia. Lebih lanjut Dr Ketwadee menjelaskan potensi kegiatan pariwisata kreatif dan rute wisata di Provinsi Songkhla untuk meningkatkan pendapatan lokal dan internasional untuk provinsi Songkhla, Thailand.

Dalam pengembangan Creative Tourism (pariwisata kreatif) perlu dipahami tentang konsep & karakteristik creative tourism serta creative tourists. Konsep Pariwisata Kreatif adalah bentuk pariwisata yang menekankan pada partisipasi aktif wisatawan dalam kegiatan budaya dan seni yang berada di dalam suatu destinasi. Ciri-ciri Pariwisata Kreatif adalah adanya keterampilan yang dimiliki wisatawan, berpartisipasi dalam kegiatan pariwisata, menjual pengalaman, pemahaman terhadap budaya lokal, wisatawan akan dapat merasakan gaya hidup yang sebenarnya dari masyarakat lokal dan menciptakan identitas yang unik bagi tempat wisata. Wisatawan Kreatif adalah orang yang menikmati hal baru, mau belajar hal baru, sadar akan perkembangan teman seperjalanannya, peduli dengan isu lingkungan, tipe orang yang santai dan rileks.

Terdapat tiga tempat wisata menarik di Songkhla yaitu : 1) 1. Songkhla Old Town Sites, 2. Hua Khao Daeng Sites, dan 3. Yor Island Sites. Songkhla Old Town Sites menarik wisatawan dari seluruh dunia karena tradisi artistik, sejarah, dan makanannya. Hua Khao Daeng Sites cocok untuk wisata sejarah karena berbagai situs bersejarah. Sedangkan Yor Island memiliki potensi untuk pertumbuhan industri agrowisata, khususnya pertanian organik,  dan tekstil.

Pada akhir paparannya, Dr Ketwadee menyampaikan rekomendasi agar instansi terkait, baik pemerintah maupun swasta, harus ikut mempromosikan kegiatan pariwisata yang lebih kreatif di masyarakat, seperti mengadakan acara bagi wisatawan untuk berpartisipasi dalam kegiatan bersama masyarakat. Mengadakan pameran untuk menyebarluaskan kearifan dan produk masyarakat, serta mempublikasikan komunitas tersebut agar lebih dikenal luas terutama kelompok pasar wisatawan mancanegara.

Setelah paparan dari kedua pembicara, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta GL antusias mengajukan beberapa pertanyaan, yang dijawab secara jelas dan lugas oleh kedua pembicara. Sebagai apresiasi, para penanya mendapatkan suvenir dari SKRU yang disampaikan pada akhir acara. Apresiasi juga diberikan oleh Departemen Manajemen untuk kedua pembicara yang disampaikan oleh Pimpinan Fakultas dan Departemen. (NH 0402)

April 2025
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Archives

Translate »