Departemen Manajemen FEM IPB Sukses Menyelanggarakan Summer Course 2017
Upaya IPB meningkatkan diri menjadi universitas berkelas internasional selaras dengan kebijakan Internasionalisasi Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi 2015-2019. Kebijakan tersebut menyatakan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi merupakan sarana untuk meningkatkan daya saing nasional. Peringkat internasional perguruan tinggi menjadi salah satu pedoman evaluasi kinerja. Interaksi akademisi di tingkat internasional perlu diintensifkan agar peringkat Departemen Manajemen dapat meningkat. Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen sebagai salah satu unit kerja di IPB berinisiatif untuk menyelenggarakan summer course untuk mendukung program internasionalisasi tersebut. Kegiatan summer course ini akan mengundang peserta mahasiswa asing seluruh negara khususnya negara ASEAN. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah mewujudkan untuk internasionalisasi IPB menjadi universitas berkelas dunia dan juga meningkatkan kerjasama joint research antar univesitas dari berbagai negara khususnya negara ASEAN. Kegiatan ini berlangsung selama 10 hari yang dimulai dengan penyambutan oleh Walikota Bogor Bima Arya, dengan adanya summercourse ini icon Kota Bogor sebagai heritage, green dan smart city semakin luas dikenal. Kegiatan summer course yang bertemakan UKM di Indonesia ini tidak hanya berupa tatapan kuliah formal namun juga ada studi kasus turun lapang ke beberapa industri kecil mengah (SME) yaitu di kawasan industri kecil tegalwaru, Swen, incubator bisnis IPB, satwa harapan IPB dan juga PT Sierad. Dalam pelaksanaan program ini tidak terlepas dari dukungan Interatonal Collaboration Office (ICO) dan juga beberapa sponsor pendukung PT Beiersdorf Indonesia dan juga PT Paragon Teknologi Invasi. Adapun peserta dalam kegiatan ini berjumlah 16 orang dari 3 negara yaitu 10 mahsiswa Malaysia dari berbagai universitas UITM, UTHM, UPM, Univesity Malaysia Sabah , 6 orang Thailand dari universitas di Thailand selatan yaitu Rajabaht University dan Fathony University, dan juga 1 orang dari vietnam berasal dari Ho Chi Minh University. Selain peserta yang berasal dari luar pada cummercourse ini pemateri juga berasal dari univeristas di luar ASEAN yaitu pada hari pertama diisi oleh Prof Noor Azman bin Ali dari UPM Malaysisa dengan materi mengenai Development of SME in Developing Countries, kemudian hari kedua diisi oleh pemateri dari University of New South Wales (UNSW) Dr Allya Paramita Koesoema , beliau adalah warga Indonesia yang sudah 10 tahun menjadi dosen di UNSW, adapun materi yang dibawakan mengenai Generic Marketing Strategy of SME’s. Pada hari ketiga Prof. Dr Hermann Waibel dan Dr Sabine Liebenehm dari Universitas Hannover, Jerman dengan memberikan materi mengenai Future Prospect and SME’s Development in ; Risk Behaviuour Small Scale Farmer and Entrepereneurship. Australia. Pada akhir summercourse peserta dibagi menjadi empat kelompok dan kemudian mempresentasikan hasil turun lapang dan juga hasil pemaparan teori. Kelompok 3 menjadi pemenang dalam presentasi.





Users Today : 461
Users Yesterday : 379
Users Last 7 days : 3213
Users This Month : 6398
Users This Year : 61078
Total Users : 126276
Who's Online : 0