Departemen Manajemen

Dosen Departemen Manajemen Dampingi Koperasi Desa Merah Putih Cibadak Ciampea

Tata Kelola2

Dosen Departemen Manajemen IPB University

Dampingi Koperasi Desa Merah Putih Cibadak Ciampea

Perkuat Tata Kelola dan Pengembangan Usaha

 

Bogor, 05 Juni 2026. Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) adalah lembaga ekonomi kerakyatan berbasis desa yang digagas oleh pemerintah Presiden Prabowo Subianto. Bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan dan memperkuat kedaulatan pangan, koperasi ini berfungsi sebagai agregator utama ekonomi pedesaan yang mengelola pembiayaan hingga menyalurkan subsidi dan kebutuhan pokok. Namun dalam prakteknya, program KDMP menghadapi berbagai tantangan krusial, termasuk minimnya kesiapan manajerial dan infrastruktur di tingkat desa. Oleh karena itu Program Dosen Mengabdi Departemen Manajemen, diantaranya diarahkan untuk membantu kesiapan tatakelola dan organisai KDMP.

Rangkaian kegiatan pengabdian diawali dengan Assessmen melalui pengisian kertas kerja oleh Pengurus dan Pengawas Koperasi. Tujuannya untuk memetakan kondisi terkini organisasi, dan merumuskan kebutuhan pelatihan/pendampingan berikutnya. Fokus pertemuan pertama lebih ditekankan kepada tatakelola organisasi. Kegiatan dilakukan pada Hari Jumat Tanggal 05 Juni 2026 bertempat di Kantor Desa Cibadak Kecamatan Ciampea. Hadir dari Departemen Manajemen dosen dari Divisi Manajemen Produksi dan Operasi yaitu Dr Eko Ruddy Cahyadi dan  Prof. Mamun Sarma, dosen dari Divisi Pemasaran. Beliau juga sebagai Ketua Koperasi Karyawan IPB.

Hadir pada pertemuan  ini para pengurus dan pengawas KDMP Cibadak Ciampea, termasuk Kepala Desa Cibadak yaitu Ibu Liya Muliya sebagai Pengawas ex-officio. Dalam sambutannya, Ibu Kades menyambut baik kehadiran tim dosen IPB untuk melakukan pendampingan terhadap KDMP Cibadak Ciampea. Hal ini dikarenakan sampai saat ini masih terjadi banyak kebingungan pada pengurus dalam teknis menjalankan KDMP.

Kegiatan pendampingan dipimpin oleh Dr Eko Ruddy Cahyadi. Dr Eko menjelaskan kegiatan ini bertujuan memverifikasi kondisi aktual koperasi, memetakan potensi usaha, serta menyusun rencana penguatan kelembagaan dan pengembangan bisnis koperasi.  Tim pendamping IPB menegaskan bahwa kegiatan pendampingan dilakukan dengan pendekatan partisipatif sebagai mitra belajar, bukan sebagai auditor, sehingga seluruh proses diarahkan untuk membangun kapasitas dan kemandirian koperasi.

Hasil diskusi menunjukkan bahwa KDMP Cibadak telah memiliki badan hukum, Nomor Induk Berusaha (NIB), rekening atas nama koperasi, serta izin untuk gerai sembako. Namun demikian, secara operasional koperasi belum menjalankan usaha secara penuh dan saat ini baru memperoleh pendapatan jasa melalui layanan BRILink.

 

Dari sisi kelembagaan, koperasi tercatat memiliki 68 anggota dengan simpanan pokok sebesar Rp50.000 dan simpanan wajib Rp25.000 per bulan. Pengurus dan pengawas berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari pelaku usaha, kader desa, hingga konsultan manajemen proyek. Keberagaman latar belakang ini menjadi salah satu kekuatan sekaligus tantangan dalam menyamakan persepsi mengenai arah dan pengelolaan koperasi.

Dalam pemetaan kebutuhan pengembangan kapasitas, pengurus mengidentifikasi sejumlah pelatihan yang diperlukan, antara lain administrasi koperasi, pembukuan dan pengelolaan keuangan, manajemen risiko usaha, penyusunan portofolio bisnis, analisis kelayakan usaha, serta pengembangan jejaring pasar. Selain itu, pengurus juga mengharapkan adanya pendampingan dalam memperkuat tata kelola dan pemahaman terhadap AD/ART koperasi.

Pada aspek pengembangan usaha, gerai sembako menjadi unit usaha dengan prioritas tertinggi untuk dikembangkan. Selain itu, koperasi telah menjalankan layanan keuangan melalui BRILink dan melihat peluang usaha lain yang potensial, seperti kerja sama pemasok untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta jasa penyaluran tenaga kerja. Potensi kemitraan dengan pelaku UMKM lokal juga cukup besar, termasuk produsen makanan olahan dan kue tradisional di Desa Cibadak.

Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi koperasi, antara lain keterbatasan waktu pengurus karena memiliki pekerjaan utama di luar koperasi, belum adanya kesamaan persepsi di antara seluruh pengurus, serta rendahnya partisipasi masyarakat yang dipengaruhi oleh belum tumbuhnya kepercayaan terhadap manfaat koperasi. Pengurus juga mengaku masih ragu dalam mengambil langkah bisnis akibat perubahan regulasi dan belum tersedianya panduan teknis yang memadai.

Sebagai tindak lanjut, pengurus dan tim pendamping IPB University menyepakati penyempurnaan dokumen kerja koperasi serta pelaksanaan pelatihan pemasaran dan pengelolaan keuangan. Tim juga menilai bahwa KDMP Cibadak memerlukan pendampingan berkelanjutan agar mampu memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan partisipasi anggota, serta mengembangkan unit usaha yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa.

Melalui pendampingan ini, IPB University berharap Koperasi Desa Merah Putih Cibadak dapat berkembang menjadi lembaga ekonomi desa yang profesional, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Cibadak (NH, 2026).

 

July 2026
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Archives

Translate »