Departemen Manajemen

Departemen Manajemen IPB University Resmi Membuka International Short Course 2026, Hadirkan Prof. Hermann Waibel dari Jerman sebagai Pembicara Utama

Short Course1

Departemen Manajemen IPB University Resmi Membuka International Short Course 2026, Hadirkan Prof. Hermann Waibel dari Jerman sebagai Pembicara Utama

Berita/Pendidikan

Bogor, 3 Agustus 2026 — Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University resmi membuka International Short Course 2026 bertajuk Indonesian Economic and Management History: Lessons for the Future. Program ini diselenggarakan bekerja sama dengan Leibniz University Hannover (Jerman), University of Passau (Jerman), dan Universitas Padjadjaran sebagai upaya memperkuat kolaborasi akademik internasional sekaligus memperluas wawasan peserta mengenai sejarah ekonomi dan manajemen Indonesia dalam konteks global.

Program yang berlangsung secara hybrid pada 3–14 Agustus 2026 ini diikuti oleh 58 peserta yang berasal dari 19 universitas di lima negara, yaitu Indonesia, Jerman, Thailand, China dan Arab Saudi. Sebanyak 46 peserta berasal dari Indonesia, sedangkan 12 peserta lainnya berasal universitas luar negeri. Selama dua pekan, peserta akan mengikuti rangkaian kuliah, diskusi akademik, serta kunjungan lapangan untuk mempelajari perkembangan sejarah ekonomi dan manajemen Indonesia dari berbagai perspektif.

Hari pertama kegiatan menghadirkan Prof. Hermann Waibel dari Leibniz University Hannover, Jerman, yang menyampaikan materi bertajuk Introduction: History and Economics – A Happy Marriage?. Pada sesi tersebut, Prof. Waibel menjelaskan bahwa sejarah dan ekonomi merupakan dua disiplin ilmu yang saling melengkapi dalam memahami proses perkembangan suatu negara.

Menurut Prof. Waibel, berbagai kebijakan ekonomi yang diterapkan saat ini tidak dapat dilepaskan dari perjalanan sejarah yang membentuk institusi, sistem hukum, budaya, hingga arah pembangunan suatu negara.

“Sejarah merupakan laboratorium untuk menguji berbagai kebijakan ekonomi. Keputusan yang diambil pada masa lalu memberikan dampak jangka panjang terhadap perkembangan ekonomi saat ini,” ujar Prof. Hermann Waibel.

Diskusi berlangsung interaktif ketika peserta membahas perkembangan sistem hukum di berbagai negara. Prof. Waibel menjelaskan bahwa sistem hukum terus berkembang melalui proses adaptasi yang dipengaruhi oleh sejarah, budaya, serta kebutuhan masyarakat di masing-masing negara.

“Sistem hukum terus mengalami perkembangan. Banyak negara mengadopsi dan menyesuaikan berbagai tradisi hukum agar sesuai dengan konstitusi, kondisi politik, dan konteks sosial yang dimiliki masing-masing,” jelas Prof. Hermann Waibel.

Pada sesi berikutnya, peserta diajak memahami Asia Tenggara melalui topik Geographic, Ecological, and Economic Structures of Southeast Asia. Dalam pemaparannya, Prof. Waibel menjelaskan bahwa kondisi geografis, dinamika migrasi, serta warisan kolonial memiliki peran penting dalam membentuk karakter sosial dan perkembangan ekonomi kawasan Asia Tenggara.

Salah satu pembahasan yang mendapat perhatian peserta adalah perubahan pola migrasi pada masa kolonial. Prof. Waibel menjelaskan bahwa perpindahan penduduk dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor perkebunan dan pertambangan menjadi salah satu faktor yang membentuk masyarakat multietnis di Asia Tenggara hingga saat ini.

“Jika dibandingkan antara masa pra-kolonial dan masa kolonial, skala migrasi pada masa kolonial jauh lebih besar. Pemerintah kolonial memindahkan penduduk dalam jumlah besar dalam waktu singkat untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor perkebunan dan pertambangan,” jelas Prof. Hermann Waibel.

Dalam sesi tanya jawab, peserta juga mendiskusikan bagaimana sejarah kolonial masih memengaruhi hubungan antarnegara di Asia Tenggara. Menurut Prof. Waibel, pengalaman kolonial yang berbeda di setiap negara masih memberikan pengaruh terhadap perkembangan institusi, sistem pendidikan, serta pola kerja sama internasional hingga saat ini.

“Apakah suatu negara pernah berada di bawah kekuasaan Inggris, Prancis, atau Belanda masih memiliki pengaruh hingga sekarang. Hubungan-hubungan historis tersebut terus membentuk sistem pendidikan, institusi, dan kerja sama internasional,” ujar Prof. Hermann Waibel.

Pelaksanaan hari pertama International Short Course 2026 menjadi awal dari rangkaian kegiatan akademik yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk berdiskusi, bertukar pengetahuan, dan memperluas perspektif mengenai sejarah ekonomi dan manajemen. Melalui program ini, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai perjalanan sejarah ekonomi Indonesia, tetapi juga mampu melihat keterkaitan antara pengalaman sejarah dengan berbagai tantangan pembangunan di masa depan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Departemen Manajemen FEM IPB University dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi dunia serta penyelenggaraan program akademik yang relevan dengan isu-isu global. (AR, 2026)

 

August 2026
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Archives

Translate »