Dosen Departemen Manajemen FEM IPB memberikan Edukasi Pentingnya Pengelolaan Keuangan Bagi Lansia
Dosen Departemen Manajemen FEM IPB memberikan Edukasi Pentingnya Pengelolaan Keuangan Bagi Lansia
Memasuki usia lanjut bukan berarti berhenti merencanakan masa depan. Justru pada tahap kehidupan ini, pengelolaan keuangan yang bijak menjadi semakin penting agar kebutuhan sehari-hari, kesehatan, dan kesejahteraan tetap terjaga. Semangat inilah yang mewarnai kegiatan edukasi pengelolaan keuangan bagi peserta Sekolah Lansia Bina Keluarga Lansia (BKL) Wijaya Kusuma, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–12.00 WIB tersebut diselenggarakan di Sekolah Lansia BKL Wijaya Kusuma, Jalan Anggrek Raya Ujung, Padasuka, Ciomaslaran. Sebanyak 45 orang dari 50 peserta yang diundang hadir mengikuti kegiatan ini. Para peserta merupakan anggota Sekolah Lansia angkatan ketiga yang berusia di atas 60 tahun. Adapun narasumber kali ini adalah ibu Rindang Matoati SE., M.Sc., CSA., CRP., AWP yang memberikan materi mengenai pentingnya Pengelolaan Keuangan Bagi Lansia.
Materi edukasi dirancang untuk membantu peserta memahami cara mengelola keuangan secara sederhana, praktis, dan sesuai dengan kebutuhan pada usia lanjut. Pembahasan mencakup penyusunan anggaran bulanan, penentuan prioritas kebutuhan, pengelolaan tabungan, persiapan dana darurat, serta pemahaman mengenai investasi dan risikonya.
Dalam sesi pengelolaan keuangan, peserta diajak memahami pentingnya membedakan kebutuhan pokok dan keinginan. Pengeluaran untuk makanan, tempat tinggal, obat-obatan, dan kebutuhan kesehatan perlu menjadi prioritas. Pencatatan pemasukan dan pengeluaran juga dapat membantu peserta mengetahui ke mana uang digunakan dan menghindari pengeluaran yang tidak direncanakan.
Salah satu pesan penting yang disampaikan adalah bahwa tabungan dan investasi memiliki fungsi berbeda. Tabungan berperan sebagai tempat menyimpan uang agar mudah digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan keperluan mendesak. Sementara itu, investasi bertujuan mengembangkan nilai uang, tetapi memiliki tingkat risiko yang berbeda-beda.
Peserta juga diperkenalkan pada tingkatan risiko berbagai instrumen keuangan, mulai dari produk simpanan perbankan hingga investasi seperti surat berharga negara ritel, reksa dana, emas, dan saham. Pemilihan instrumen perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan, kebutuhan likuiditas, jangka waktu, serta kemampuan menanggung risiko.
Bagi masyarakat lanjut usia, pemahaman tersebut sangat penting. Dana untuk kebutuhan pokok dan kesehatan sebaiknya tidak ditempatkan pada instrumen berisiko tinggi atau sulit dicairkan ketika dibutuhkan. Peserta juga diingatkan agar berhati-hati terhadap tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi dalam waktu singkat.
Selain membahas pengelolaan uang, edukasi turut menekankan pentingnya keamanan keuangan digital. Peserta diingatkan untuk tidak membagikan PIN, kata sandi, maupun kode one-time password (OTP) kepada siapa pun melalui telepon, pesan singkat, atau media sosial. Jika menerima permintaan yang mencurigakan, peserta disarankan menghubungi lembaga terkait melalui saluran resmi.
Kegiatan ini turut menghadirkan Ibu Ima dari BPJS Ketenagakerjaan Kota Bekasi untuk memberikan sosialisasi mengenai BPJS Hari Tua sesuai materi kegiatan. Kehadiran narasumber tersebut menambah wawasan peserta mengenai informasi program jaminan sosial ketenagakerjaan yang relevan dengan perencanaan masa depan.
Ketua program Sekolah Lansia BKL Wijaya Kusuma, Ibu Elfita, menyampaikan kepuasannya terhadap materi yang diberikan. Ia menilai edukasi pengelolaan keuangan merupakan topik yang bermanfaat bagi para anggota sekolah lansia. Ia juga menyatakan keinginan untuk mengundang kembali kegiatan edukasi serupa pada tahun depan, dengan tema yang relevan bagi kebutuhan peserta.
Antusiasme penyelenggara untuk melanjutkan kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan bagi lansia tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik dan aktivitas sosial, tetapi juga perlu mencakup kemandirian finansial. Kemampuan mengelola uang dapat membantu lansia mengambil keputusan yang lebih bijak, mengurangi kerentanan terhadap penipuan, dan mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan yang tidak terduga.
Melalui kegiatan ini, Sekolah Lansia BKL Wijaya Kusuma diharapkan terus menjadi ruang belajar yang mendukung peserta menjalani masa tua secara aktif, mandiri, dan bermartabat. Sebab, kesejahteraan pada usia lanjut bukan semata-mata ditentukan oleh besarnya penghasilan, tetapi juga oleh kemampuan merencanakan, mengelola, dan melindungi sumber daya keuangan yang dimiliki. (RM, 2026)





Users Today :
Users Yesterday :
Users Last 7 days :
Users This Month :
Users This Year :
Total Users : 188090
Who's Online :