Dosen Departemen Manajemen IPB Berikan Pelatihan Capacity Building untuk Meningkatkan Kapasitas Pengelola Geopark Desa Cibadak
Dosen Departemen Manajemen IPB Berikan Pelatihan Capacity Building untuk Meningkatkan Kapasitas Pengelola Geopark Desa Cibadak
Bogor, 29 Juni 2026 — Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University melalui Program Dosen Mengabdi Departemen Manajemen Tahun 2026 menyelenggarakan Pelatihan Capacity Building untuk Pengelola Geopark Desa Cibadak di Ruang Pertemuan Desa Cibadak, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor pada hari Senin, 29 Juni 2026. Pengelolaan Geopark tidak cukup hanya mengandalkan potensi alam dan daya tarik wisata. Dibutuhkan tata kelola organisasi, pembagian peran, serta model bisnis berkelanjutan agar Geopark mampu menjadi ruang edukasi, konservasi, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat lokal. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Departemen Manajemen FEM IPB University melalui Program Dosen Mengabdi 2026 menyelenggarakan Pelatihan Capacity Building bagi Pengelola Geopark Desa Cibadak, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.
Pelatihan ini dilaksanakan oleh tim dosen Departemen Manajemen FEM IPB University yang terdiri atas Dr. Ir. Anggraini Sukmawati, M.M. sebagai ketua tim, bersama Diki Akhwan Mulya, S.E., M.Si., Nesti Handayani, S.P., serta mahasiswa pendamping Muhammad Aidil Haj, Yumna Nazwa Duratul Hikmah, dan Rosvita Nurlaeli.
Kegiatan diikuti oleh Pengelola Geopark Desa Cibadak dan perwakilan masyarakat setempat dengan antusiasme tinggi. Selama pelatihan, peserta aktif berdiskusi mengenai berbagai tantangan pengelolaan geopark, mulai dari tata kelola organisasi, pembagian peran pengurus, hingga strategi pengembangan wisata yang mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.
Pada sesi pertama, Dr. Anggraini Sukmawati menyampaikan materi mengenai penyusunan strategi pengelolaan geopark berbasis Sustainable Business Model Canvas (SBMC). Pendekatan SBMC digunakan untuk membantu pengurus menyusun model bisnis geopark yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara seimbang.

Menurutnya, geopark tidak hanya berfungsi sebagai kawasan konservasi, tetapi juga memiliki peran penting sebagai pusat edukasi dan penggerak ekonomi lokal. Karena itu, pengelolaan geopark memerlukan strategi yang jelas agar potensi geosite, budaya lokal, dan aktivitas wisata dapat berkembang secara berkelanjutan.
Dalam sesi ini, peserta diajak memahami komponen utama SBMC, seperti proporsi nilai, segmen pengunjung, saluran pemasaran, sumber pendapatan, mitra strategis, hingga indikator keberlanjutan yang mencakup planet, people, dan profit. Peserta juga menyusun draft strategi pengelolaan serta rencana aksi jangka pendek untuk pengembangan Geopark Desa Cibadak.
Sesi berikutnya diisi oleh Diki Akhwan Mulya yang membahas analisis pekerjaan dalam pengelolaan Geopark Desa Cibadak. Materi ini menyoroti pentingnya pembagian tugas yang jelas di antara pengurus untuk mencegah tumpang tindih pekerjaan serta meningkatkan efektivitas organisasi.
“Penempatan orang yang tepat pada pekerjaan yang tepat menjadi kunci dalam membangun organisasi yang efektif,” jelasnya.

Peserta dilatih menyusun job description dan job specification untuk berbagai posisi penting, seperti ketua, sekretaris, bendahara, pemandu wisata, petugas parkir, petugas kebersihan, hingga admin media sosial. Dengan pembagian peran yang lebih jelas, pengurus diharapkan mampu bekerja lebih profesional dan memberikan pelayanan wisata yang lebih optimal.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif melalui pemaparan materi, diskusi kelompok, presentasi hasil, dan sesi tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya masukan terkait kondisi riil pengelolaan geopark di lapangan serta ide-ide pengembangan yang berorientasi pada keberlanjutan. Kegiatan pelatihan selanjutnya diakhiri dengan foto bersama.







Users Today : 99
Users Yesterday : 596
Users Last 7 days : 4168
Users This Month : 5718
Users This Year : 80872
Total Users : 146070
Who's Online : 0