Departemen Manajemen

Dosen Manajemen IPB University Dampingi Penguatan Tata Kelola dan Pengembangan Ekowisata Berbasis BUMDesa di Desa Cibadak

Picture2

Dosen Manajemen IPB University Dampingi Penguatan Tata Kelola dan Pengembangan Ekowisata Berbasis BUMDesa di Desa Cibadak

Bogor, 19 Juni 2026 – Departemen Manajemen IPB University kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui kegiatan pendampingan tata kelola dan pengembangan ekowisata berbasis BUMDesa di Desa Cibadak, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan pengembangan ekowisata yang telah berlangsung secara berkelanjutan antara Departemen Manajemen IPB dan Desa Cibadak.

Pertemuan yang dilaksanakan pada Jumat (19/6) ini menjadi kegiatan ketiga yang secara khusus berfokus pada Desa Cibadak. Tim pendamping dari Departemen Manajemen IPB dipimpin oleh Ibu Rindang matoati S.E., M.Sc. selaku dosen Manajemen Risiko, didampingi oleh Ibu Eka Dasra Viana S.E., Ak., M.Acc., CA. Bapak Hafizi, S.Ak., M.Sc. , serta tim mahasiswa yang turut membantu proses observasi dan pengembangan konten publikasi digital.

Dalam sesi pembukaan, Ibu Nesti Handayani, S.P selaku PIC kerjasama Departemen Manajemen IPB menyampaikan bahwa pendampingan yang dilakukan berfokus pada penguatan kapasitas kelembagaan dan tata kelola kawasan wisata yang berada dibawah pengelolaan BUMDesa. Berbagai aspek yang menjadi perhatian meliputi manajemen risiko, pengelolaan unit usaha, serta pengembangan kawasan wisata yang memiliki potensi menjadi bagian dari ekowisata berbasis masyarakat.

Diskusi bersama pemerintah desa, BUMDesa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan Kelompok Tani Hutan (KTH) mengungkapkan bahwa kawasan wisata yang selama ini dikenal sebagai Puncak Lalana masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kondisi jalur yang belum tertata optimal hingga perlunya penguatan kelembagaan dan kejelasan tata kelola.

Meskipun demikian, kawasan tersebut memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Selain panorama alam yang menarik, lokasi ini juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang dapat menjadi daya tarik wisata edukatif bagi masyarakat.

Salah satu fokus utama pendampingan adalah evaluasi terhadap hasil kajian risiko yang sebelumnya telah dilakukan oleh mahasiswa Departemen Manajemen IPB. Tim melakukan peninjauan terhadap berbagai potensi risiko yang dapat memengaruhi aktivitas wisata, baik dari aspek keselamatan pengunjung maupun pengelolaan kawasan. Beberapa risiko yang teridentifikasi antara lain kondisi jalur yang curam, keberadaan vegetasi tertentu yang perlu dikelola, serta potensi interaksi dengan satwa liar yang hidup di sekitar kawasan. Oleh karena itu, tim merekomendasikan penyusunan jalur wisata yang lebih ramah bagi pengunjung keluarga, dilengkapi dengan petunjuk arah, panduan keselamatan, serta pengelolaan kawasan yang lebih terstruktur. Pendekatan manajemen risiko ini diharapkan mampu menciptakan destinasi wisata yang aman, nyaman, dan berkelanjutan tanpa mengurangi nilai konservasi lingkungan yang dimiliki kawasan tersebut.

Dalam diskusi yang berlangsung, peserta juga membahas potensi pengembangan jalur alternatif melalui kawasan Smanic yang dinilai memiliki akses lebih mudah dan ramah bagi wisatawan keluarga. Kawasan ini dinilai berpotensi menjadi pusat aktivitas wisata berbasis masyarakat dengan melibatkan pelaku UMKM lokal, pengelola kedai kopi, serta berbagai produk unggulan desa.

Selain potensi alam, Desa Cibadak juga memiliki kekayaan sejarah yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata edukatif. Keberadaan peninggalan arkeologis berupa arca serta berbagai cerita sejarah lokal dinilai memiliki potensi besar untuk dikemas menjadi media edukasi dan storytelling yang menarik bagi wisatawan.

Tim pendamping juga mendorong pengembangan produk budaya lokal sebagai bagian dari konsep geopark dan ekowisata berkelanjutan. Kolaborasi dengan berbagai mitra direncanakan untuk mendukung pengembangan produk kreatif desa yang mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat identitas lokal.

Sebagai tindak lanjut, seluruh pemangku kepentingan yang terdiri atas pemerintah desa, BUMDesa, KTH, BPD, dan tim pendamping IPB University akan melaksanakan koordinasi lanjutan guna menyamakan persepsi terkait arah pengembangan kawasan wisata. Pertemuan ini juga akan menjadi langkah awal dalam memperkuat aspek legalitas dan tata kelola sebagai fondasi pengembangan kawasan secara berkelanjutan.

Berbagai rencana pengembangan jangka pendek dan jangka panjang turut dibahas, termasuk penataan jalur wisata, pengembangan fasilitas pendukung, pemberdayaan UMKM, serta penyelenggaraan kegiatan budaya yang mampu menarik kunjungan masyarakat.

Melalui pendampingan ini, Departemen Manajemen IPB University berharap Desa Cibadak dapat mengoptimalkan potensi alam, budaya, dan kelembagaan yang dimiliki untuk membangun ekowisata berbasis masyarakat yang aman, berdaya saing, dan berkelanjutan. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan pengembangan kawasan wisata yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal. (RM/NH, 2026)

July 2026
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Archives

Translate »