Manajemen - IPB University

HIMPUNAN PROFESI CENTRE OF MANAGEMENT BERKOLABORASI DENGAN AGIRANITA FEM IPB GALAKKAN PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL

HIMPUNAN PROFESI CENTRE OF MANAGEMENT BERKOLABORASI DENGAN AGIRANITA FEM IPB GALAKKAN PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL

Himpunan Profesi Centre of Management di bawah bimbingan Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen berkolaborasi dengan Agrianita Fakultas Ekonomi dan Manajemen telah menyelenggarakan kegiatan “Seminar Kekerasan Seksual 2024” yang bertajul “From Awareness to Action: Mobilizing Againts Sexsual Violance and Supporting Survivors” pada hari Sabtu, 27 April 2024 pukul 12.30 – 16.30 WIB di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB yang diikuti sekitar 270 peserta dari kalangan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa IPB.
Kegiatan ini turut mengundang ketua Agrianita IPB ibu Retna Widyawati, S.P. yang berkesempatan hadir untuk menghadiri kegiatan ini dan memberikan sambutan sebagai penyemangat dan pengingat bagi para mahasiswa mengenai kekerasan seksual yang merupakan mandate bagi perguruan tinggi dalam menghapuskan praktik 3 dosa besar pendidikan. Dan tentunya himbauan untuk mengatakan “Stop Kekerasan Seksual”.
Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber yang merupakan akademisi sekaligus praktisi kesehatan mental yakni ibu Maria Immaculata dan juga menghadirkan anggota Satgas PPKS IPB ibu Ranti Wiliasih, M.Si. Pada kesempatan ini, para narasumber menyampaikan berbagai pengalaman dalam menangani kasus-kasus kekerasan seksual yang pernah ditanganinya serta pemahaman mengenai kekerasan seksual, dampak, dan bagaimana cara penanganannya.
“Kesadaran terkait apa yang terjadi merupakan langkah pertama dalam membantu pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.”, ucap ibu Maria.
Di ranah institusi sendiri, dalam hal ini IPB, ibu Ranti menyampaikan langkah-langkah dalam pelaporan kasus dan berbagai media yang dapat dihubungi oleh civitas akademika IPB ketika mengetahui tindak kekerasan seksual maupun mengalami tindak kekerasan seksual.
“Mekanisme pelaporan kasus dimulai dari penerimaan laporan, pemeriksaan, penarikan simpulan dan rekomendasi sanksi, pemulihan, dan pencegahan berulang”, tutur Ibu Ranti.
Seminar ini tentunya hal ini menjadi sumber pengetahuan dan pengingat kembali kepada seluruh peserta yang hadir, baik bagi kalangan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Mengingat bahwa kekerasan seksual dapat terjadi kepada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Dengan demikian, melalui kegiatan ini maka dengan adanya pengetahuan, pemahaman, dan penanganan yang tepat bisa kita lakukan untuk menangani korban kekerasan seksual.

Translate »