International Short Course 2026 Ajak Peserta Belajar dari Kebun Raya Bogor dan Museum Tanah dan Pertanian
International Short Course 2026 Ajak Peserta Belajar dari Kebun Raya Bogor dan Museum Tanah dan Pertanian
Bogor, 06 Agustus 2026 – Menelusuri sejarah tidak selalu berarti kembali membaca catatan masa lalu. Di Kebun Raya Bogor dan Museum Tanah dan Pertanian, peserta International Short Course 2026 melihat bagaimana perjalanan ekonomi Indonesia tumbuh dari sesuatu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari: tanaman, tanah, pangan, dan sumber daya alam.
Memasuki hari keempat, rangkaian International Short Course 2026 bertema Indonesian Economic and Management History: Lessons for the Future menghadirkan pembelajaran melalui site visit ke Kebun Raya Bogor dan Museum Tanah dan Pertanian. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University bekerja sama dengan Leibniz University of Hannover, University of Passau, dan Universitas Padjadjaran.

Di Kebun Raya Bogor, peserta menelusuri perkembangan botani, penelitian, dan pemanfaatan tumbuhan di Indonesia. Berbagai koleksi tanaman, termasuk kopi, kelapa sawit, tumbuhan obat, serta kawasan tematik lainnya, memperlihatkan bahwa tanaman tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga berkaitan erat dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kegiatan ekonomi.
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk menghubungkan materi mengenai kolonialisme dan perkembangan ekonomi Indonesia dengan kondisi nyata di lapangan. Sejarah pengembangan tanaman perkebunan menunjukkan bagaimana sumber daya alam Nusantara memiliki hubungan erat dengan perdagangan, penelitian, dan kepentingan ekonomi sejak masa kolonial. Dari sini, peserta dapat melihat bahwa kekayaan hayati juga menjadi bagian dari perjalanan ekonomi Indonesia.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Museum Tanah dan Pertanian, yang memperluas pembahasan pada hubungan antara tanah, pangan, pertanian, komoditas, kebijakan, dan teknologi. Berbagai galeri di dalam museum memperlihatkan bagaimana pertanian Indonesia berkembang dari masa ke masa sekaligus menghadapi tantangan baru di masa depan.
Salah satu bagian yang berkaitan dengan materi sebelumnya adalah Galeri Komoditas dan Kebijakan, yang memperlihatkan perkembangan komoditas dan kebijakan pertanian sejak masa kolonial hingga setelah kemerdekaan. Sementara itu, Galeri Pertanian Masa Depan membawa peserta pada persoalan yang lebih dekat dengan kondisi saat ini, terutama mengenai peran inovasi dan teknologi dalam membangun pertanian yang lebih berkelanjutan.
Kedua lokasi memberikan perspektif yang saling melengkapi. Kebun Raya Bogor memperlihatkan kekayaan flora dan perkembangan penelitian tumbuhan, sedangkan Museum Tanah dan Pertanian menunjukkan bagaimana tanah, pangan, dan komoditas menjadi bagian dari kehidupan sekaligus perekonomian masyarakat.
Melalui site visit ini, peserta tidak hanya melihat sejarah sebagai sesuatu yang telah berlalu, tetapi juga memahami bagaimana pengelolaan sumber daya alam sejak masa lalu turut membentuk kondisi Indonesia saat ini. Sejarah tanaman, tanah, dan komoditas menunjukkan bahwa sumber daya alam dapat menjadi modal ekonomi, tetapi pemanfaatannya selalu berjalan bersama tanggung jawab untuk menjaganya.
Sejalan dengan tema Indonesian Economic and Management History: Lessons for the Future, hari keempat menjadi pengingat bahwa memahami sejarah sumber daya alam bukan hanya tentang mengetahui bagaimana kekayaan tersebut pernah dimanfaatkan, tetapi juga tentang bagaimana mengelolanya secara bijaksana agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang. (AR, 2026)






Users Today :
Users Yesterday :
Users Last 7 days :
Users This Month :
Users This Year :
Total Users : 190460
Who's Online :