Mahasiswa IPB meraih Juara 3 di NAFTEX National Business Plan
National Business Plan Competition pada sub-acara Youngpreneur Challenge merupakan salah satu rangkaian acara tahunan dari National Agritech Festival and Exhibition (NAFTEX) 2017. Acara tersebut merupakan great event dari Agritechno Business Centre (ABC) yang diselenggarakan di Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. National Business Plan Competition ini adalah kompetisi bisnis untuk mendorong semangat kewirausahaan generasi muda untuk menciptakan sebuah kreatifitas atau ide dalam mencari peluang bahkan menciptakan lapangan pekerjaan (job creator). Lomba ini diselenggarakan pada 22 September 2017 sampai dengan 24 September 2017. Pada tahun ini, NAFTEX bertemakan “Optimalisasi Potensi Sektor Agrokompleks pada Era Digital menuju Indonesia Mandiri sebagai Bentuk Perwujudan SDGs 2030”. Selain itu juga terdapat beberapa sub-tema yang bisa dipilih oleh peserta sebagai tema bisnis mereka yaitu, Teknologi, Pangan, Jasa Inovatif, dan Bisnis Kreatif. Lomba ini terdiri dari 3 tahap, yaitu seleksi proposal, presentasi, dan exhibition. Proposal Business Plan yang diajukan oleh peserta diseleksi oleh tim penilai dalam bentuk soft file dan hard file. Dalam tahapan ini akan dipilih 15 karya terbaik untuk mengikuti tahap grand final. Selanjutnya, peserta yang dinyatakan lolos seleksi proposal diwajibkan untuk melakukan sesi presentasi yang akan dilaksanakan pada tanggal 23 September 2017. Setelah presentasi selesai, keesokan harinya dilaksanakan exhibiton. Kegiatan ini diwajibkan bagi finalis dengan tujuan untuk memperkenalkan produk yang telah dibuat. Final dari Business Plan ini diikuti oleh beberapa Universitas ternama di Indonesia seperti, Institut Pertanian Bogor, Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Telkom, Universitas Udayana, dan lain-lain. Tim dari Institut Pertanian Bogor diwakili oleh Dexan Seganoval Cahyadi (Manajemen 53), Ilham Rizky Ghozali (Manajemen 53), dan Julius Sumitra (ITP 53). Saat ini, Indonesia menghadapi masalah gizi ganda, yaitu kekurangan dan kelebihan gizi. Laporan Riskesdas 2013 mengungkapkan bahwa pada semua kelompok umur dan jenis kelamin di Indonesia terjadi masalah gizi kurang dan gizi lebih. Hal tersebut salah satunya disebabkan oleh ketidaktahuan akan apa saja yang kita konsumsi. Maka dari itu, kebutuhan makanan bergizi seimbang menjadi peluang pasar yang sangat menjanjikan. Kami menciptakan produk bernama All-In Schotel yang akan hadir sebagai salah satu jawaban permasalahan Indonesia saat ini. Makna dari nama tersebut adalah sesuai dengan namanya yaitu All-in yang berarti one thing that completely inside something else. Kami berharap bahwa produk ini dapat memenuhi kebutuhan gizi dan melengkapi hari dari setiap orang yang sibuk beraktivitas. All-in Schotel adalah pasta berbahan dasar talas, oncom, rosella, makaroni, dan keju. Perpaduan bahan tersebut menciptakan cita rasa yang unik, lezat, bergizi seimbang, dan berkhasiat. Sasaran pemasaran dari All-in Schotel ini adalah orang-orang dengan mobilitas tinggi karena All-in Schotel disajikan lebih praktis dibandingkan makanan pokok lainnya. Meskipun disajikan dalam keadaan lebih praktis, namun cita rasa All-in Schotel tidak dapat diragukan. Disamping kepraktisan dan kelezatannya, All-in Schotel juga memiliki khasiat yang akan menjadikannya nilai jual tersendiri. Kami memilih pasta sebagai produk dikarenakan melihat tingginya permintaan akan produk makanan yang praktis, sehat, dan memiliki harga yang terjangkau. Meskipun schotel masih terdengar asing bagi beberapa orang, namun justru ini menjadi peluang yang sangat besar untuk membuat mereka penasaran.

Ditambah lagi dengan beberapa inovasi yang kami ciptakan pada All-in Schotel. Di samping memaksimalkan peluang bisnis yang ada, kami juga terus menjunjung goal targets yang ada pada poin 2 dan 3 Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu zero hunger dan good health and well-being. Di antaranya adalah “end all forms of malnutrition” karena produk kami memiliki gizi dan nutrisi yang seimbang, “end hunger and ensure access by all people” karena produk kami dijual dengan harga yang murah tetapi cukup mengenyangkan, dan “reduce the number of deaths and illnesses“karena produk kami juga memiliki khasiat yang sangat baik untuk kesehatan. Melalui All-in Schotel, kami yakin akan memberikan dampak positif dalam menyelesaikan masalah serta tantangan yang ada di negara ini dengan membangun usaha kuliner kreatif. Di akhir acara, kami sebagai perwakilan dari Institut Pertanian Bogor mendapat Juara 3. Hal ini akan menjadi langkah awal kami untuk belajar dan berprestasi lebih karena banyak pelajaran yang kami dapat dari lomba ini.
Mahasiswa IPB meraih Juara 3 di NAFTEX National Business Plan
National Business Plan Competition pada sub-acara Youngpreneur Challenge merupakan salah satu rangkaian acara tahunan dari National Agritech Festival and Exhibition (NAFTEX) 2017. Acara tersebut merupakan great event dari Agritechno Business Centre (ABC) yang diselenggarakan di Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. National Business Plan Competition ini adalah kompetisi bisnis untuk mendorong semangat kewirausahaan generasi muda untuk menciptakan sebuah kreatifitas atau ide dalam mencari peluang bahkan menciptakan lapangan pekerjaan (job creator). Lomba ini diselenggarakan pada 22 September 2017 sampai dengan 24 September 2017. Pada tahun ini, NAFTEX bertemakan “Optimalisasi Potensi Sektor Agrokompleks pada Era Digital menuju Indonesia Mandiri sebagai Bentuk Perwujudan SDGs 2030”. Selain itu juga terdapat beberapa sub-tema yang bisa dipilih oleh peserta sebagai tema bisnis mereka yaitu, Teknologi, Pangan, Jasa Inovatif, dan Bisnis Kreatif. Lomba ini terdiri dari 3 tahap, yaitu seleksi proposal, presentasi, dan exhibition. Proposal Business Plan yang diajukan oleh peserta diseleksi oleh tim penilai dalam bentuk soft file dan hard file. Dalam tahapan ini akan dipilih 15 karya terbaik untuk mengikuti tahap grand final. Selanjutnya, peserta yang dinyatakan lolos seleksi proposal diwajibkan untuk melakukan sesi presentasi yang akan dilaksanakan pada tanggal 23 September 2017. Setelah presentasi selesai, keesokan harinya dilaksanakan exhibiton. Kegiatan ini diwajibkan bagi finalis dengan tujuan untuk memperkenalkan produk yang telah dibuat. Final dari Business Plan ini diikuti oleh beberapa Universitas ternama di Indonesia seperti, Institut Pertanian Bogor, Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Telkom, Universitas Udayana, dan lain-lain. Tim dari Institut Pertanian Bogor diwakili oleh Dexan Seganoval Cahyadi (Manajemen 53), Ilham Rizky Ghozali (Manajemen 53), dan Julius Sumitra (ITP 53). Saat ini, Indonesia menghadapi masalah gizi ganda, yaitu kekurangan dan kelebihan gizi. Laporan Riskesdas 2013 mengungkapkan bahwa pada semua kelompok umur dan jenis kelamin di Indonesia terjadi masalah gizi kurang dan gizi lebih. Hal tersebut salah satunya disebabkan oleh ketidaktahuan akan apa saja yang kita konsumsi. Maka dari itu, kebutuhan makanan bergizi seimbang menjadi peluang pasar yang sangat menjanjikan. Kami menciptakan produk bernama All-In Schotel yang akan hadir sebagai salah satu jawaban permasalahan Indonesia saat ini. Makna dari nama tersebut adalah sesuai dengan namanya yaitu All-in yang berarti one thing that completely inside something else. Kami berharap bahwa produk ini dapat memenuhi kebutuhan gizi dan melengkapi hari dari setiap orang yang sibuk beraktivitas. All-in Schotel adalah pasta berbahan dasar talas, oncom, rosella, makaroni, dan keju. Perpaduan bahan tersebut menciptakan cita rasa yang unik, lezat, bergizi seimbang, dan berkhasiat. Sasaran pemasaran dari All-in Schotel ini adalah orang-orang dengan mobilitas tinggi karena All-in Schotel disajikan lebih praktis dibandingkan makanan pokok lainnya. Meskipun disajikan dalam keadaan lebih praktis, namun cita rasa All-in Schotel tidak dapat diragukan. Disamping kepraktisan dan kelezatannya, All-in Schotel juga memiliki khasiat yang akan menjadikannya nilai jual tersendiri. Kami memilih pasta sebagai produk dikarenakan melihat tingginya permintaan akan produk makanan yang praktis, sehat, dan memiliki harga yang terjangkau. Meskipun schotel masih terdengar asing bagi beberapa orang, namun justru ini menjadi peluang yang sangat besar untuk membuat mereka penasaran.

Ditambah lagi dengan beberapa inovasi yang kami ciptakan pada All-in Schotel. Di samping memaksimalkan peluang bisnis yang ada, kami juga terus menjunjung goal targets yang ada pada poin 2 dan 3 Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu zero hunger dan good health and well-being. Di antaranya adalah “end all forms of malnutrition” karena produk kami memiliki gizi dan nutrisi yang seimbang, “end hunger and ensure access by all people” karena produk kami dijual dengan harga yang murah tetapi cukup mengenyangkan, dan “reduce the number of deaths and illnesses“karena produk kami juga memiliki khasiat yang sangat baik untuk kesehatan. Melalui All-in Schotel, kami yakin akan memberikan dampak positif dalam menyelesaikan masalah serta tantangan yang ada di negara ini dengan membangun usaha kuliner kreatif. Di akhir acara, kami sebagai perwakilan dari Institut Pertanian Bogor mendapat Juara 3. Hal ini akan menjadi langkah awal kami untuk belajar dan berprestasi lebih karena banyak pelajaran yang kami dapat dari lomba ini.





Users Today : 461
Users Yesterday : 379
Users Last 7 days : 3213
Users This Month : 6398
Users This Year : 61078
Total Users : 126276
Who's Online : 0