Offline Course SAMI 2026 : Site Visit to Garut
Offline Course SAMI 2026 : Site Visit to Garut
Bogor, 13 Agustus 2026. Summer Course SAMI ke-9 memasuki babak baru yang penuh antusiasme dengan dimulainya kedatangan para peserta luring yang telah lama dinantikan. Pada 9 Agustus 2026, tim SAMI berkumpul di Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk menyambut dengan hangat para peserta dari berbagai negara yang telah melakukan perjalanan menuju Indonesia. Setelah menempuh perjalanan lintas negara dan zona waktu, para peserta disambut oleh tim SAMI setibanya di bandara.
Momen ini bukan sekadar penyambutan kedatangan, tetapi juga menandai dimulainya fase baru dalam Summer Course SAMI ke-9, ketika para peserta akhirnya dapat berkumpul secara langsung setelah sebelumnya terhubung melalui sesi daring dan kegiatan asinkron.
Setelah tiba di bandara, para peserta melanjutkan perjalanan menuju Bogor, kota yang akan menjadi salah satu tujuan dalam rangkaian program luring berikutnya. Sesampainya di Bogor, para peserta diberikan waktu untuk beristirahat dan memulihkan energi setelah perjalanan panjang. Waktu tersebut juga dimanfaatkan untuk mempersiapkan diri menghadapi rangkaian kegiatan yang telah menanti. Perjalanan ini menjadi pengalaman awal bagi para peserta untuk mengenal Indonesia, sekaligus menandai transisi dari perjalanan internasional menuju pengalaman belajar dan budaya yang lebih mendalam.
Hari-hari berikutnya akan membawa para peserta dalam perjalanan yang memperkaya pengalaman melalui berbagai kegiatan di IPB University, Bogor, hingga Garut. Rangkaian kegiatan tersebut mencakup berbagai aktivitas pembelajaran dan kunjungan lapangan yang memungkinkan proses belajar berlangsung di luar ruang kelas. Melalui kuliah, diskusi,
pengalaman lapangan, dan interaksi budaya, para peserta akan memiliki kesempatan untuk mengenal Indonesia sekaligus memperdalam pemahaman mengenai pertanian berkelanjutan, sistem pangan, serta berbagai tantangan global yang berkaitan dengannya.
Seiring matahari terbenam di atas Kota Bogor, seluruh peserta telah tiba dengan selamat dan siap menghadapi rangkaian kegiatan berikutnya. Perjalanan luring Summer Course SAMI ke-9 pun resmi dimulai. Summer Course SAMI ke-9 kembali dilanjutkan dengan penuh antusiasme melalui sesi pembelajaran hibrida yang dilaksanakan secara luring di Ruang Equilibrium, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB University, serta secara daring melalui Zoom Meeting.
Sesi akademik yang dimoderatori oleh Dr. Eko Ruddy Cahyadi dari IPB University menghadirkan Professor Hermann Waibel dari University of Hannover yang menyampaikan Course 13 bertajuk “Building Sustainable Agrifood Systems: Environmental Challenges and Policy Solutions” pada pukul 09.00–10.30 WIB. Sesi tersebut membahas berbagai tekanan yang dihadapi sistem agrifood di Asia akibat perubahan iklim, transformasi struktural di sektor pertanian, serta kesenjangan dalam kebijakan yang ada.

Professor Waibel menyoroti sejumlah tantangan utama yang memengaruhi keberlanjutan dan ketahanan pertanian di Asia, termasuk menurunnya jumlah tenaga kerja pertanian, semakin kecilnya ukuran lahan pertanian, degradasi tanah dan air, kehilangan serta pemborosan pangan, dan kesenjangan produktivitas pertanian. Ia mencatat bahwa pertanian skala kecil kemungkinan akan tetap menjadi bagian penting dari sektor pertanian Asia dalam waktu dekat. Namun, perubahan generasi yang semakin menjauh dari profesi petani secara bertahap akan mendorong perubahan struktural dalam sektor tersebut.

Kuliah tersebut juga menekankan pentingnya transformasi kebijakan pertanian untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut. Alih-alih mengandalkan subsidi pupuk secara menyeluruh, Professor Waibel mengusulkan pengalihan dukungan menuju intervensi yang lebih tepat sasaran, seperti penyediaan alat uji tanah dan pelatihan bagi petani. Ia juga menekankan peran kewirausahaan dan inovasi sektor swasta dalam mempercepat adopsi teknologi pertanian cerdas iklim, termasuk penggunaan drone untuk aplikasi pupuk dan layanan pemanenan berbasis kontrak.

Perubahan iklim menjadi salah satu tema utama dalam diskusi. Para peserta membahas berbagai dampak dari skenario iklim optimistis maupun pesimistis, termasuk peningkatan suhu, pola curah hujan yang semakin tidak menentu, serta meningkatnya risiko terhadap wilayah pesisir dan pertanian di Asia. Asia Tenggara, khususnya, menghadapi kerentanan yang signifikan, mulai dari cuaca ekstrem hingga berbagai ancaman terhadap wilayah penghasil pangan utama seperti Delta Mekong.
Untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut, sesi ini memperkenalkan sejumlah solusi kebijakan dan mekanisme kerja sama regional. Di antaranya adalah APTER, yaitu
mekanisme cadangan beras darurat ASEAN+3; ASEAN GAP yang mendorong harmonisasi praktik pertanian yang baik; serta AFSIS yang mendukung pertukaran informasi terkait ketahanan pangan regional. Diskusi juga membahas penerapan energi terbarukan di wilayah pedesaan serta inisiatif 30-by-30 Singapura sebagai contoh produksi pangan perkotaan berbasis teknologi.
Di luar ruang kelas, Summer Course SAMI ke-9 juga terus memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mengenal Indonesia secara langsung. Setelah sesi akademik, para peserta mengikuti tur di sekitar IPB University sebelum melanjutkan perjalanan menuju Garut, Jawa Barat.

Setibanya di Garut, para peserta menikmati makan malam di Restoran Cibiuk. Mereka berkesempatan mencicipi berbagai hidangan tradisional khas Sunda. Kegiatan malam tersebut menjadi kesempatan bagi para peserta untuk bersantai, berinteraksi, dan mengenal budaya kuliner lokal sebelum beristirahat di hotel sebagai persiapan untuk kegiatan berikutnya.
Hari ke-8 SAMI ke-9 melanjutkan perjalanan melalui lanskap indah Garut, di mana proses pembelajaran berpadu dengan pemandangan alam yang menakjubkan dan pengalaman pertanian secara langsung. Hari dimulai dengan sarapan di Hotel Harmoni Garut, ditemani pemandangan alam Garut yang menyegarkan. Dikelilingi perbukitan hijau dan udara sejuk khas dataran tinggi, para peserta mengawali hari dengan menikmati keindahan lingkungan sekitar sebelum memulai rangkaian eksplorasi berikutnya.
Setelah sarapan, para peserta menuju Eptilu. Kunjungan ini memperkenalkan bagaimana sektor pertanian dapat dipadukan dengan pendidikan dan pariwisata untuk menciptakan pengalaman yang bermakna bagi pengunjung. Tidak hanya mengamati kegiatan pertanian, para peserta juga berkesempatan merasakan pengalaman langsung melalui aktivitas memetik jeruk yang menyenangkan dan interaktif. Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah mencicipi jeruk yang baru saja dipetik dan memiliki rasa yang sangat manis, hampir semanis madu. Aktivitas sederhana memetik dan mencicipi buah tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk lebih dekat dengan proses pertanian serta produk yang pada akhirnya sampai ke tangan konsumen.

Setelah menikmati waktu di Eptilu, para peserta melanjutkan perjalanan menuju Mandalagiri Coffee untuk mendapatkan pengalaman pertanian lainnya.
Di sana, para peserta diperkenalkan pada proses budidaya dan pengolahan kopi. Mereka memperoleh wawasan secara langsung mengenai bagaimana kopi ditanam, dipanen, dan diolah menjadi minuman yang dikenal serta dinikmati oleh masyarakat di berbagai belahan dunia. Kunjungan ini memberikan gambaran langsung mengenai perjalanan kopi dari perkebunan hingga menjadi secangkir minuman, sekaligus menunjukkan pengetahuan dan nilai yang terkandung dalam setiap tahapan prosesnya.
Dari manisnya jeruk yang baru dipetik hingga perjalanan panjang kopi Garut, kegiatan hari tersebut memberikan perspektif yang beragam mengenai bagaimana produk pertanian lokal dapat dikembangkan menjadi pengalaman edukasi, pariwisata, dan ekonomi yang bermakna.

Untuk menutup hari, para peserta berkumpul untuk makan malam di Garland Barnville. Suasana hangat dan santai menjadi penutup setelah menjalani hari yang penuh eksplorasi.Makan malam tersebut menjadi akhir yang manis dari hari yang juga dipenuhi pemandangan indah, hasil pertanian segar, pengetahuan baru, dan kebersamaan antarpeserta.
Hari ke-9 Summer Course SAMI ke-9 dimulai dengan pagi yang menyegarkan di Hotel Harmoni Garut. Setelah sarapan, para peserta melanjutkan perjalanan menjelajahi Garut dan kembali disambut oleh keindahan alam daerah tersebut. Perjalanan menuju Margawati menawarkan pemandangan lanskap Garut yang indah, menciptakan awal yang menyegarkan untuk kembali belajar di luar ruang kelas.

Destinasi pertama adalah Breeding Margawati. Di tempat ini, para peserta berkesempatan mempelajari lebih jauh mengenai pembibitan dan pengelolaan ternak, khususnya kambing dan domba, serta perannya dalam mendukung pengembangan pertanian lokal. Selama kunjungan, para peserta mempelajari perbedaan antara pemeliharaan kambing dan domba, termasuk pengelolaan kandang khusus untuk berbagai tahapan, seperti perkawinan dan laktasi. Mereka juga memperoleh wawasan mengenai praktik pemberian pakan dan pengelolaan ternak sehari-hari, sehingga dapat memahami lebih baik proses serta potensi produksi peternakan di Garut. Kunjungan tersebut kemudian dilanjutkan dengan makan siang di Breeding Margawati.

Setelah kunjungan, para peserta melanjutkan perjalanan menuju destinasi berikutnya, yaitu Bestory. Di sana, para peserta berkesempatan mengenal proses pembuatan Dodol Garut, salah satu makanan khas yang menjadi ikon daerah tersebut. Para peserta mengamati secara langsung proses pembuatan dodol, mulai dari persiapan dan pencampuran bahan hingga proses memasak dan pengolahan adonan sampai mencapai tekstur khasnya. Melalui pengalaman ini, para peserta memperoleh apresiasi yang lebih mendalam terhadap keterampilan dan keahlian di balik pembuatan Dodol Garut serta bagaimana praktik kuliner tradisional terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya dan ekonomi Garut.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Sukaregang, salah satu sentra industri kreatif yang terkenal di Garut. Di sini, para peserta mengeksplorasi industri kulit lokal dan mempelajari proses produksi berbagai produk berbahan kulit. Kunjungan tersebut memberikan gambaran lebih dekat mengenai bagaimana sumber daya lokal, keterampilan, dan kreativitas dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi, sekaligus menunjukkan potensi industri kreatif dalam mendukung mata pencaharian masyarakat lokal.

Menjelang akhir hari, para peserta menuju Bale Tingtrim, sebuah restoran lokal, untuk menikmati makan malam sebelum kembali ke Hotel Harmoni Garut. Setelah menjalani hari yang penuh eksplorasi, pembelajaran, dan pengalaman budaya, para peserta menutup Hari ke-9 dengan waktu istirahat yang layak sebelum melanjutkan perjalanan SAMI Summer Course ke tahap berikutnya.
Hari ke-10 Summer Course SAMI ke-9 dimulai dengan sarapan dan proses check-out di Hotel Harmoni Garut. Setelah menikmati suasana pagi di Garut, para peserta berkumpul di titik pertemuan sebelum melanjutkan perjalanan

Destinasi pertama adalah Candi Cangkuang, salah satu peninggalan sejarah dan budaya di Garut. Para peserta berkesempatan menjelajahi kompleks candi dan mempelajari lebih jauh mengenai warisan sejarah kawasan tersebut. Kunjungan ini juga memberikan kesempatan bagi para peserta untuk menikmati lanskap alam di sekitarnya serta memperoleh apresiasi yang lebih mendalam terhadap kekayaan budaya Garut.
Setelah kunjungan, para peserta melanjutkan perjalanan menuju Asep Strawberry, Kadungora, untuk makan siang dan beristirahat. Dikelilingi pemandangan alam yang indah, para peserta menikmati hidangan lokal sekaligus merasakan salah satu destinasi agrowisata yang populer di Garut.
Setelah makan siang, rombongan melanjutkan perjalanan kembali ke Bogor, menandai berakhirnya rangkaian perjalanan luring di Garut. Dengan selesainya perjalanan dari Garut menuju Bogor, Hari ke-10 pun ditutup dan para peserta bersiap mengikuti rangkaian kegiatan SAMI Summer Course berikutnya. (SAMI, 2026)




Users Today : 362
Users Yesterday : 239
Users Last 7 days : 3211
Users This Month : 3211
Users This Year : 100973
Total Users : 166171
Who's Online : 1