Departemen Manajemen

SAMI 2026 Membahas Dinamika Geopolitik, Keberlanjutan Rantai Pasok Pada UMKM, Serta Integrasi Pariwisata Geopark Dalam Mendukung Keberlanjutan Pangan

sami 3.2

SAMI 2026 Membahas Dinamika Geopolitik, Keberlanjutan Rantai Pasok Pada UMKM, Serta Integrasi Pariwisata Geopark Dalam Mendukung Keberlanjutan Pangan

 

Bogor, 29 Juli 2026. SAMI memasuki hari ketiga pada Rabu, 29 Juli 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini membahas dinamika geopolitik, keberlanjutan rantai pasok pada UMKM, serta integrasi pariwisata geopark dalam mendukung keberlanjutan pangan.

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 08.00–09.30 WIB melalui Course 6 bertajuk “Geopolitics and Supply Chain Sustainability among MSMEs in Agriculture Sector”. Sesi yang dimoderatori oleh Nisa Zahra, S.T.P., M.Si. ini menghadirkan Dr. Noor Azlin Ismail dari Universiti Putra Malaysia (UPM).

Dalam pemaparannya, Dr. Noor Azlin Ismail menjelaskan bahwa kelangkaan merupakan permasalahan fundamental dalam ekonomi yang mendorong terjadinya perdagangan internasional. Ia juga membahas sejumlah teori geopolitik klasik, seperti Heartland Theory, Rimland Theory, dan Sea Power Theory. Selain itu, berbagai gangguan terhadap rantai pasok global turut menjadi perhatian, termasuk ketegangan geopolitik di sekitar Selat Hormuz, perang Rusia-Ukraina, serta perang dagang kedelai antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Dr. Noor Azlin Ismail juga menyoroti kondisi UMKM sektor pertanian di ASEAN yang mempekerjakan lebih dari 100 juta orang. Ketergantungan yang tinggi terhadap impor pupuk menjadi salah satu tantangan serius bagi sektor tersebut. Oleh karena itu, ASEAN didorong untuk memperkuat produksi input pertanian secara lokal serta meningkatkan tata kelola manajemen risiko guna menghadapi berbagai ketidakpastian global.

Kegiatan kemudian dilanjutkan pada pukul 10.30–12.00 WIB melalui Course 7 dengan tema “Geopark Tourism Support on Food Sustainability”. Sesi ini dimoderatori oleh Dr. Indra Refipal Sembiring, S.E., M.M. dan menghadirkan Assoc. Prof. Pongsak dari Songkhla Rajabhat University, Thailand.

Dalam sesi tersebut, Asst. Prof. Pongsak menjelaskan empat pilar utama pengelolaan geopark, yaitu perlindungan warisan geologi, edukasi masyarakat, pengembangan pariwisata berkelanjutan, serta pemberdayaan masyarakat lokal. Ia juga memperkenalkan kerangka “GeoFood” yang menghubungkan keragaman geologi, keanekaragaman hayati, warisan budaya, dan sistem pangan tradisional untuk membangun jaringan agrifood lokal yang berkelanjutan.

Menurutnya, keberadaan geopark dapat memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat melalui pengembangan kuliner berbasis geologi, homestay, dan berbagai usaha lokal. Aktivitas tersebut tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga dapat mendorong masyarakat untuk menjaga dan melestarikan lingkungan serta warisan geologi di wilayahnya (SAMI, 2026).

September 2026
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Archives

Translate »