Departemen Manajemen

Training Need Analysis dengan Narasumber Dosen FEM IPB

Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan di RSAB Harapan Kita Jakarta Menyusun Training Need Analysis dengan Narasumber Dosen FEM IPB

 

Kebutuhan akan peningkatan  kapasitas diri dan organisasi merupakan hal yang sangat krusial bagi sebuah institusi atau organisasi, hal itu juga yang sangat disadari oleh institusi sektor Kesehatan yakni Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita Jakarta. Perkembangan dunia bisnis dan dunia usaha termasuk di bidang Kesehatan tumbuh dan berkembang semakin cepat, bahkan sejak terjadinya pandemic yang datang tiba-tiba membuat sector Kesehatan perlu menyediakan sarana , prasaranan fasilitas, dan kebutuhan SDM yang sangat cepat untuk dapat beradaptasi terhadap solusi permasalahan global dan nasional di sector Kesehatan.

Berbagai permasalahan terkait pelatihan seperti masih disconnect antara penyelenggaraan pelatihan yang dibutuhan dengan aktualisasi yang disediakan sehingga perlu merubah paradigma training wants analysis (TWA) menjadi Training Need Analysis (TNA), permasalahan lainnya pelatihan yang disusun terjadi tidak tepat sasaran target peserta, kemudian masih dianggapnya training sebagai bentuk kewajiban memenuhi total jam pelatihan perorang pertahun sesuai mandatory dari organisasi atau peraturan yang diacu, serta permasalahan lainnya yakni seringnya dianggap bahwa pelatihan ini adalah cost dan bukan investasi, padahal SDM adalah asset bagi organisasi, dimana perlu dikelola, dipelihara dan dikembangkan dengan baik sehingga menghasilkan kinerja optimal bagi sebuah organisasi. Berbagai isu-isu tersebut yang hendak diselesaikan dalam Menyusun TNA yang efektif dari hulu sampai hilir, Ibu Lindawati Kartika diundang sebagai Narasumber yakni Dosen dari Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen selama 2 (dua) hari memberikan ilmu dan pengalamannya pada tanggal 27 dan 28 mei 2021 di Lantai 5 Gedung Administrasi RSAB Harapan Kita Jakarta. Pelatihan ini menjelaskan dari mulai tahapan pengetahuan sampai dengan penerapan penyelenggaraan TNA bahkan dari mulai Menyusun, merencanakan, memahami metode TNA sampai dengan evaluasi. Menurut dr. Engkie Achmad Djauharie, Sp.A, selaku Plh Direktur yang membuka kegiatan  menginformasikan sebagai berikut “ Pelatihan TNA ini nantinya akan diimplementasikan oleh seluruh unit kerja di RSAB agar menjadi roadmap yang berkelanjutan dalam peningkatan kapasitas SDM di RSAB, sehingga para peserta yang hadir akan menjadi agent dan semacam TOT dari unit kerja yang diwakilkan”. Kegiatan ini diikuti oleh 22 orang peserta dari unit kerja Pendidikan dan penelitian, bagian SDM, instalasi pelatihan, bidang pelayanan dan keperawatan, KSM bedah, KSM Gigi dan mulut, KSM dokter spesialis lain, KSM anak dan unit kerja komite tenaga Kesehatan lain (KTKL). Kegiatan ini juga difasilitasi oleh Bicara project selaku event organizer.

Key points dari pelatihan ini menurut narasumber yakni ibu Lindawati Kartika yaitu “ Sebelum Menyusun TNA,  sebaiknya dilakukan terlebih dahulu analisis keterkaitan dengan organisasi, tugas pokok dan fungsi / jabatan serta keterkaitan dengan kebutuhan kompetensi organisasi, selain itu indicator kinerja organisasi atau divisi dan individu karyawan seperti apa yang dituju perlu dengan spesifik dipahami agar tidak kelirundalam Menyusun TNA.

Pada hari kedua kegiatan Bapak Dwi Suharyana S.Pd, MM dari Bagian PRSAB Harapan Kita menutup kegiatan dengan memberikan arahan sebagai berikut : “Hasil dari TNA ini diharapkan akan ditindaklanjuti dalam bentuk asistensi dengan narasummber, agar ada feedback kepada para peserta dan dampak dari pelatihan ini lebih terasa, serta Kerjasama ini harapannya dapat ditindaklanjuti secara berkelanjutan.”  Kegiatan ini juga berlangsung dengan protocol Kesehatan yang ketat dengan menjaga jarak dan tidak ada sesi foto Bersama dengan berdekatan, serta semua materi diberikan dalam bentuk soft file.

 

 

 

 

Translate »